
“GADHUL BASHAR” itulah tema liqo kami hari ini. Kata ini mungkin sudah tak asing bagi kita, tapi sayang kadang kata ini hanya menjadi teori yang tak berlanjut pada praktek realitanya. Dalam QS. An-Nur 30-31, Allah dengan tegas memerintahkan pada laki-laki dan wanita yang beriman untuk menahan pandangan mereka. Maka, kita percaya bahwa semua yang Allah perintahkan maupun Allah larang selalu punya alasan yang memberi maslahat bagi kita. Begitupun dengan perintah ini. Allah tak ingin hati kita dikotori oleh hal-hal yang tidak halal dan justru akan merusak hati kita.
Awalnya terpikir untuk absen saja liqo hari ini, karna banyaknya tugas kuliah yang harus dikerjakan dan lelahnya setelah seharian berkutat di kampus. Ditambah lagi, beberapa kawan yang juga tidak bisa hadir liqo membuat ana semakin tergoda untuk kabur. Namun, entah bisikan dari mana, ana mencoba menepis niat buruk itu. Untunglah, Allah masih menahan ana hingga murobbi datang dan akhirnya ana menjadi bagian dari perkumpulan yang mengkaji ilmu Allah sore ini.(Tautkanlah hati-hati kami dalam iman kepadamu ya Rabb,..)
Ternyata, tak sia-sia ana ada disini. Bertarung menghadapi godaan syetan yang terkutuk. Akhirnya, ana tau mengapa Allah menahan ana disini. Karena materi liqo hari ini kembali mengingatkan ana yang sering lalai. Sederhana saja isinya, tapi benar-benar sering terlupa. Kadang terlarut melupakannya, saat godaan ikhtilath (terutama) mulai menerpa. Keasyikan berbagi cerita dan ilmu pada mereka, membuat batasan-batasan itu terlanggar. Tak di sengaja memang, tapi jika tak selalu diingatkan dan disadarkan, maka yang akan terjadi adalah “Dosa yang dianggap biasa”
Saat ini, pandangan yang cukup sulit bagi kita (para remaja beranjak dewasa) tentu adalah pandangan terhadap “seseorang” yang punya tempat khusus di hati kita. Sesungguhnya,